Pelatihan atau workhsop ini didesain untuk membantu tenaga pendidik di sekolah dalam meningkatkan wawasan dan kapasitas untuk menghadirkan inovasi yang berkualitas dan berdampak dilingkungan sekolah. Didalam programnya, peserta diajak untuk menemukan dan merumuskan inovasi yang layak diimplementasikan dan berdampak dengan menggunakan Design Thinking framework. Workshop ini telah dilaksanakan sebagai Kerjasama antara BAPPEDA Kota Pontianak dan PPIIBT Universitas Tanjungpura yang merupakan bagian dari Program Klinik Inovasi. Melalui program ini diharapkan semakin mudah dan banyak inovasi yang bisa dikreasikan oleh tenaga pendidik di berbagai sekolah di Kota Pontianak untuk meningkatkan kualitas dan layanan pendidikan.
💡 Memahami apa itu Inovasi dan prinsip innovation triangle
💡 Memahami apa itu Design Thinking Framework, tujuan serta manfaatnya dalam berinovasi
💡 Memahami dan mempraktekkan 5 tahapan dalam Design Thinking
💡 Menghasilkan prototipe inovasi
✅ Narasumber bersertifikasi dan berpengalaman,
✅ Modul Materi,
✅ Template Kanvas Design Thinking
✅ Akses platform E-learning,
✅ Sertifikat Pelatihan.
Design Thinking merupakan salah satu metode dalam menemukan masalah dan solusi dengan cepat dan tepat.
Metode ini dikembangkan dalam memyusun sebuah produk sebagia sebuah solusi.
Tahap Empati merupakan langkah awal menemukan masalah dengan belajar mengenali rasa empat terhadap masalah yang ada di sekitar
Tahap ideate adalah tahap menghasilkan ide. Semua ide akan ditampung untuk menyelesaikan masalah yang sudah ditetapkan pada tahap define. Setelah itu, dilakukan penyelidikan dan pengujian ide-ide untuk menemukan cara terbaik dalam memecahkan masalah atau menyediakan elemen yang diperlukan untuk menghindari masalah-masalah yang bisa saja terjadi.
Pada tahap ini, pemikir desain akan memvisualisasikan solusi yang terpilih menjadi bentuk nyata atau miniaturnya agar mengetahui apakah solusi yang ada sudah dapat menyelesaikan permasalahan pengguna. Nah, ini dikenal dengan prototyping.
Proses ini membantu representasi visual dari solusi agar menjadi konkrit dan bisa diindera. Di proses inilah, ide akan dibuat menjadi kenyataan. Prototype yang dibuat tidak harus sempurna, karena akan di-test dan akan diperbaiki terus-menerus.
Testing atau pengujian dilakukan terhadap produk kepada masyarakat atau pengguna. kemudian hasilnya akan dilakukan perubahan dan penyempurnaan untuk menyingkirkan solusi masalah dan mendapatkan pemahaman yang mendalam terkait produk dari penggunanya.
Silahkan unduh canvas ini dan digunakan sesuai keperluan.