NEWS

Kemenkop RI Lakukan Visitasi di PPIIBT – LPPM Untan

Rabu, 4 Februari 2026


Evaluasi Program Inkubasi untuk Pengembangan Koperasi yang Lebih Efektif

Pontianak, Kalimantan Barat - Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (Kemenkop RI) melakukan kegiatan Visitasi dan Monitoring & Evaluasi (Monev) di Pusat Pengembangan Inovasi dan Inkubasi Bisnis Tanjungpura (PPIIBT) yang berada di bawah LPPM Universitas Tanjungpura. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Dukungan Strategis Pimpinan Kemenkop RI, Ibu Eka Pan Lestari beserta tim.

Kegiatan visitasi ini merupakan lanjutan dari upaya pemerintah untuk memperkuat ekosistem inkubasi bisnis dan koperasi berbasis inovasi, sekaligus menilai kontribusi program-program inkubasi di PPIIBT – LPPM Untan terhadap pengembangan dan pembinaan koperasi di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.

Dalam sesi diskusi utama, tim dari Kemenkop RI dan PPIIBT – LPPM Untan mengkaji berbagai hal terkait efektivitas program inkubasi dalam peningkatan tata kelola dan pengembangan koperasi yang telah dilakukan selama ini oleh PPIIBT Untan, Best Practice metode dan pendekatan yang efektif yang telah dijalankan, enam formula inkubasi koperasi berdaya yang diterapkan oleh PPIIBT Untan yang menyesuaikan dengan karakteristik unik koperasi, strategi pengembangan koperasi khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan topik strategis lainnya.

Dalam tanggapan atas hasil monev, Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Dukungan Strategis Pimpinan (MKDSP) Kemenkop RI menyampaikan apresiasi atas komitmen PPIIBT – LPPM Untan dalam melaksanakan program-program inkubasi secara sistematik dan berdampak. Menurut beliau, proses evaluasi ini menjadi landasan penting untuk menyusun rekomendasi kebijakan pembinaan koperasi nasional yang lebih tajam, efektif, serta relevan dengan dinamika ekonomi kontemporer, khususnya dalam pengembangan KDKMP kedepannya.

Sementara itu, Kepala PPIIBT – LPPM Untan, Kiki Prio Utomo S.T., M.Sc menyatakan bahwa hasil visitasi dan monev akan dijadikan pijakan dalam penyempurnaan model inkubasi, termasuk peningkatan kolaborasi lintas sektor, digitalisasi program, serta perluasan jejaring kerja sama nasional dan internasional.

Kegiatan ini tidak hanya memperkuat relasi antara institusi akademik, pemerintah dan pelaku koperasi, tetapi juga diharapkan menjadi momentum percepatan transformasi koperasi Indonesia menuju entitas ekonomi yang tangguh, adaptif terhadap perubahan zaman, serta berorientasi pada kesejahteraan anggota dan komunitasnya.